The Impact of Illegal Logging Activities on Environmental Degradation and Flood Disasters in Wora Village, Wera District, Bima Regency, West Nusa Tenggara
Kata Kunci:
Banjir Bandung, Tata Kelola Kehutanan, Illegal Logging, Degradasi LingkunganAbstrak
Penelitian ini menganalisis hubungan antara aktivitas illegal logging, degradasi lingkungan, dan peningkatan risiko bencana banjir di Desa Wora, Kecamatan Wera, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat. Pendekatan yang digunakan ialah kualitatif deskriptif dengan studi kasus ekologis-sosiologis untuk memahami keterkaitan antara perilaku manusia, tata kelola lingkungan, dan dampak ekologisnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas penebangan liar yang dipicu oleh tekanan ekonomi, lemahnya pengawasan kehutanan, dan keterbatasan alternatif mata pencaharian menjadi akar utama degradasi hutan di kawasan perbukitan Wera. Hilangnya tutupan vegetasi menyebabkan peningkatan erosi tanah, sedimentasi sungai, dan penurunan daya resap air, yang berpuncak pada peristiwa banjir bandang 2 Februari 2025. Banjir tersebut menimbulkan kerugian besar terhadap ekosistem dan ekonomi lokal, termasuk rusaknya lahan pertanian serta infrastruktur desa. Kondisi ini mencerminkan kegagalan tata kelola lingkungan (environmental governance failure) di tingkat lokal yang belum mampu menyeimbangkan kepentingan ekologis dan ekonomi masyarakat. Meski demikian, munculnya inisiatif rehabilitasi hutan dan patroli berbasis masyarakat menunjukkan potensi perbaikan menuju sistem pengelolaan lingkungan yang adaptif, partisipatif, dan berkelanjutan berbasis kearifan lokal.
