Implementasi Kurikulum Berbasis Proyek (PjBL) pada Isu Sampah sebagai Upaya Meningkatkan Literasi Lingkungan Peserta Didik
Kata Kunci:
Project-Based Learning, Literasi Lingkungan, Isu Sampah, Pembelajaran Berbasis ProyekAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas implementasi Project-Based Learning (PjBL) pada isu sampah sebagai upaya meningkatkan literasi lingkungan peserta didik di sekolah dasar. Literasi lingkungan meliputi pengetahuan, sikap, dan perilaku peserta didik dalam memahami, menghargai, dan bertindak secara bertanggung jawab terhadap lingkungan. PjBL dipilih sebagai metode karena menempatkan peserta didik pada peran aktif melalui proyek nyata yang relevan dengan kehidupan sehari-hari, sehingga diharapkan mampu meningkatkan keterlibatan, kolaborasi, dan pemahaman konsep secara praktis. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif dengan desain quasi-experimental. Partisipan penelitian terdiri dari 40 siswa kelas V dan VI SD yang mengikuti pembelajaran berbasis proyek pada isu sampah. Data dikumpulkan melalui pre-test dan post-test literasi lingkungan, observasi aktivitas proyek, dokumentasi proyek, serta wawancara guru dan siswa. Data kuantitatif dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan paired t-test, sedangkan data kualitatif dianalisis menggunakan teknik tematik untuk mengidentifikasi pola keterlibatan dan pemahaman siswa. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada semua aspek literasi lingkungan. Nilai rata-rata pre-test sebesar 61,4 meningkat menjadi 82,3 pada post-test, dengan peningkatan terbesar pada aspek pengetahuan sebesar 37,1%. Observasi menunjukkan bahwa 92,5% siswa aktif terlibat dalam semua tahap proyek, termasuk pengumpulan, pemilahan, pengolahan sampah, dan pembuatan poster edukatif. Analisis wawancara menunjukkan peningkatan kesadaran, sikap peduli, dan kemampuan kolaborasi peserta didik dalam konteks pengelolaan sampah. Temuan ini menegaskan bahwa PjBL efektif dalam meningkatkan literasi lingkungan secara komprehensif dan dapat diterapkan dalam kurikulum sekolah dasar.
